Corak Dan Motif Batik


Batik Danendra Baswara






Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing.
Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan
beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik
pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan
juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah
dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix.
Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya
adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga
tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau
kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna
biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai
dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki
perlambangan masing-masing.

Batik Danendra Baswara

Corak dan motif batik Indonesia sendiri sangat banyak, ada yang
merupakan motif asli dari nenek moyang bangsa kita dan ada juga yang
merupakan akulturasi dengan bangsa lain. Diantaranya corak batik yang
terkenal adalah :
 


1. Batik Kraton


Motif batik ini mengandung makna filosofi hidup,
dikatakan batik keraton karena batik ini dibuat oleh para putri kraton
dan juga pembatik-pembatik ahli yang hidup di lingkungan kraton.
Beberapa motif batik keraton dilarang digunakan oleh orang “biasa”,
diantaranya motif Parang Rusak, Parang Barong, dan beberapa motif
lainnya.
 


2. Batik Saudagaran


Beberapa motif larangan dari batik keraton membuat
para pengrajin batik untuk membuat motif batik yang baru. Dikatakan batik saudagaran dikarenakan awalnya motif batik ini ditujukan kepada
masyarakat saudagar. Desain batik ini lebih berani dengan warna-warna
dominasi biru tua dan warna soga. Motifnya seperti motif satwa dan
benda-benda alam.
 


3. Batik Petani


Batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah
tangga di rumah di kala tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang.
Motifnya turun temurun sesuai daerah masing-masing.
 


4. Batik Belanda


Dikatakan batik Belanda karena batik ini motifnya
dibuat oleh keturunan Belanda di zaman penjajahan, seperti bunga tulip
dan tokoh cerita dongeng eropa.
 


5. Batik Cina / Pecinaan


Batik Cina merupakan akulturasi budaya antara
perantau dari Cina dengan budaya lokal Indonesia. Ciri khasnyawarnanya
variatif dan cerah, dalam satu kain menampilkan banyak warna. Motifnya
banyak mengandung unsur budaya Cina seperti motif burung hong (merak)
dan naga.
 


6. Batik Jawa Hokokai


Pada masa penjajahan Jepang di pesisir Utara
Jawa lahir ragam batik tulis yang disebut batik Hokokai. Motif dominan
adalah bunga seperti bunga sakura dan krisan.

Batik Danendra Baswara
 


Ada beberapa pandangan yang mengelompokkan batik menjadi dua kelompok
seni batik, yakni batik keraton (Surakarta dan Yogyakarta) dan seni batik pesisir. Motif seni batik keraton banyak yang mempunyai arti filosofi, sarat
dengan makna kehidupan. Gambarnya rumit/halus dan paling banyak
mempunyai beberapa warna, biru, kuning muda atau putih. Motif kuno
keraton seperti pola panji (abad ke-14), gringsing (abad 14), kawung
yang diciptakan Sultan Agung (1613-1645), dan parang, serta motif
anyaman seperti tirta teja. Kemudian motif batik pesisir memperlihatkan gambaran yang lain dengan
batik keraton. Batik pesisir lebih bebas serta kaya motif dan warna.
Mereka lebih bebas dan tidak terikat dengan aturan keraton dan sedikit
sekali yang memiliki arti filosofi. Motif batik pesisir banyak yang
berupa tanaman, binatang, dan ciri khas lingkungannya.


Batik Danendra Baswara 










WhatsApp : 08170070087 (Fast Response)

Post a Comment for "Corak Dan Motif Batik"