Istilah Batik
Batik Danendra Baswara
Batik sebagai kata benda adalah "a dyed fabric; a removable wax is used
where the dye is not wanted", batik (dye with wax), sebagai kata karja
bermakna "Indonesian fabrics are often batiked"
(http://wordnetweb.princeton.edu/perl/webwn?s=batik). Pengertian kedua
adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk
penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia,
sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan
budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan
Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral
and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Batik Danendra Baswara
Beberapa penulis meyakini bahwa kata batik merupakan kata asli Indonesia
dan (seni) batik merupakan karya seni hasil budaya bangsa Indonesia
yang sudah termasuk tua. Dalam Babad Sengkala tahun 1633 dan dalam
Pandji Djaja Lengkaratahu 1770, kata-kata batik dan membatik sudah ada.
Tulisan pada lontar dari Kerajaan Galuh (Cirebon Selatan) kira-kira pada
tahun 1520, sudah ada kata tulis dan lukis. Seni batik pada waktu itu
dibuat oleh para pria yang dinamakan lukis, sedangkan (seni) batiknya
disebut tulis. Menurut sumber dar iJawa Timur tahun 1275 disebutkan
sudah ada beberapa pola seperti pola grinsing yang menurut Rouffaer pola
grinsing hanya dapat dibuat dengan alat canting, namun tidak jelas
seperti apa bentuk alat cantingnya dan apakah istilah batik sudah
digunakan waktu itu.
Batik Danendra Baswara
Ditinjau dari segi bahasa, kata batik berasal dari bahasa Jawa, berasal
dari akar kata tik yang berarti kecil. Di daerah-daerah lain di
Indonesia banyak kata yang berakhiran tik dengan arti yang hampir serupa
yaitu kecil, misalnya leutik berarti kecil, pabatik berarti melukis
tubuh orang, mahapantik berarti menulis, patik berarti menggambar. Kata
ambatik dapat diartikan menulis atau menggambar serba kecil atau rumit.
Di dalam seni batik, kata ambatik atau anyerat diartikan menggambar atau
menulis serba rumit di atas kain. Karena menggambar serba rumit di atas
kain hanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat canting tulis dan
menggunakan lilin batik sebagai zat perintang warna, maka istilah atau
kata batik lahir setelah ditemukannya alat canting tulis dan lilin
batik. Sebelumnya orang tidak menyebut batik. Walaupun motif-motif yang
selanjutnya dituangkan dalam (seni) batik itu sudah tidak ada. Sebagai
contoh, motif-motif yang terdapat di candi-candi sudah ada sebelum
lahirnya (seni) batik. Diperkirakan seni ukir di Indonesia sudah lebih
tua usianya dibandingkan denga seni batik.
Batik Danendra Baswara
Dengan ditemukannya canting tulis dan lilin batik berakibat memacu
kreatifitas para seniman batik Indonesia sehingga (seni) batik Indonesia
mencapai kualitas tertinggi mulai saat itu, apalagi didukung oleh
beberapa kemudahan seperti adanya zat warna sintetis, teknologi
pembuatan canting tulis dan pembuatan lilin batik yang semakin sempurna,
penyediaan kain mori dengan kualitas yang baik, menyebabkan batik
Indonesia terkenal sampai ke luar negeri. Selanjutnya produk batik
berkembang tidak sekedar produk (seni) batik tetapi menjadi produk
industri (kerajinan) batik. Batik sudah menjadi mata dagangan dan
pembatikan sudah merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat
Indonesia.
Batik Danendra Baswara
WhatsApp : 08170070087 (Fast Response)

Post a Comment for "Istilah Batik"
Post a Comment